Rabu, 12 Juni 2013

SAJAK PAYUNG BOLONG

Gadis kecil itu masih berkelahi dengan hujan
Badannya masih tegar walau tubuhnya telah sekarat
Demi 10 biji uang 500
Untuk nasi satu bungkus
Berbekal sebuah payung bolong
Dan semangat yang tak pernah bolong
Sementara di gedong sana wakilnya sedang tidur tenang
Setelah menikmati sekarat daging
Sebotol anggur
Ditemani para penghibur

Panas kepanasan hujan kehujanan
Payung bolong yang sebuah itu
Ia sewakan
Demi 500 perak
10 biji uang 500
Untuk nasi yang cuman satu bungkus
Sementara di gedong sana wakilnya sedang tidur tenang
Setelah menikmati sekarat daging
Sebotol anggur
Ditemani para penghibur

Payung bolong sedang bernyanyi
Diinjak sudut luarnya oleh hujan yg kejam
Dingin mecekam
Malam yang membunuh
Dengan senyum tipis
Gadis kecil itu berucap
“ Alhamdulillah masih ada nafas yang tersisa”
Sementara di gedong sana wakilnya sedang tidur tenang
Setelah menikmati sekarat daging
Sebotol anggur
Ditemani para penghibur
Dan Tuhannya dia kubur
Dibawah bantal dan kasur

10-12-12 
#SajakPayungBolong

Senin, 10 Juni 2013

selembar malam



malam
bukan gelap
hanya cahaya terasa kurang
tanpa kamu
tanpa kunang-kunang

malam
berkumpul bintang
dalam rasinya
berdempet rindu
dalam sepinya

malam
sepi yg disepakati
oleh para seniman
bujang
dan pria
yg merindukan kekasih

malam
kain hitam yg dibentangkan
jembatan terbit dan tenggelam
matahari
mengintip disisi yg lain
dan bulan
meminjam sinarnya

malam
bukan gelap
hanya kurang cahaya
sepi adalah kesepakatan
aku yg terjebak dalam kerinduan




10 Juni 2013

Minggu, 09 Juni 2013

SEPUCUK PAGI

rajab mau habis
matahari terlihat meringis
dan hilal
di persembunyiannya masih tipis

rajab tahun ini
bulan tangis
perutku yg menangis
kamu yg menangis
bumi yg menangis
langit yg menangis

dari sudut matamu
butiran embun berguguran
meratapi sendu rajab
ditemani melody keroncong perut

mendadak mendung merapat
mengunci tawa
menebar amarah
menipiskan asa
untuk berakhir bersama

semakin rajab berakhir
semakin petir menyambar
dan hujan
sudah bersiap di belakang
mencari alas an
tuk turun
dari sudut matamu

semakin rajab berakhir
mulai berfikir
ini bukan akhir
mulai berfikir
untuk menjadi
sandaran terakhir

rajab tahun ini
bumi tak berpihak
langit tak berkawan
angin tak mau dirunding
tapi ini bukan akhir

merunding emosi
solusi terbaik bulan ini
membekukan amarah
mengukir senyum sumringah
dibalik mendung
diantara petir

mendung biarlah mendung
petir biarlah petir
hilal
semoga tersenyum tipis
nanti malam

matahari masih mencari celah
menampakkan sumringahnya
dan aku
akan jadi air-port terakhir
hatimu landing
au neko @el_tryana

9 Juni 2013